Jumat, 09 September 2011

History Of Italian Coffee

Sumbangan besar bagi meluasnya konsumsi kopi dicapai dengan adanya penyebaran Islam di Afrika Utara, Eropa dan Asia Selatan; yang mula-mula berada dibawah kebijakan ekspansi empire Ottoman, dan kemudian dilanjutkan dengan adanya perluasan daerah perdagangan yang disokong oleh berbagai penjelajahanan ke wilayah-wilayah baru.

Di separuh kedua abad ke-16 kopi melintasi perbatasan timur menuju Eropa, dari berbagai jalur. Saat itu merupakan abad dimana kapal-kapal besar menjelajahi Laut Tengah, banyak penjelajahan diusahakan untuk meningkatkan pertumbuhan perdagangan. Mereka mengimpor segala macam barang dagangan dari dermaga ke dermaga, dan juga bertanggung jawab untuk memperkenalkan kopi ke pelabuhan-pelabuhan utama di benua Eropa.

Karea itulah, di sekitar tahun 1570, kopi hadir di Venesia bersamaan dengan tembakau. Pengenalan kopi ke Italia dianggap merupkan jasa Paduan Prospero Alpino, seorang ahli botani dan dokter yang terkenal, yang membawa beberapa kantong kopi dari wilayah Timur dan setelah mengamati karakteristik-karakteristik tanaman itu, kemudian menggambarkannya di dalam bukunya "De Planctis Aegyptii et de Medicina Aegiptiorum", yang dicetak antara tahun 1591 sampai 1592.

Venesia, lebih dari yang kota-kota pesisir lain, merupakan "pasar wilayah timur"; di pelabuhannya merapat kapal-kapal Eropa yang datang dari Arab dan wilayah Asia lain. Kopi dengan segera menemukan jalur masuknya dari sana, dan dengan cepat bisa ditemukan dalam jumlah besar. Karenanya, orang-orang Venesia adalah yang paling awal mengapresiasi hidangan ini. Di awal-awal perdagangannya, harga kopi sangat tinggi, dan hanya orang-orang kaya yang bisa membelinya, kopi hanya dijual di toko-toko barang kimia.

Pada tahun 1582, di dalam laporannya dari Konstantinopel, G. Francesco Morosini seorang hakim tinggi kota Venesia dan duta besar Republik Venesia, mengatakan bahwa di Timur ada banyak area publik dimana orang-orang bertemu satu sama lain beberapa kali dalam sehari menghadapi hidangan panas berwarna hitam.

Kopi menjadi obyek komersial dan perdagangan. Sebagai hasil dari cerita-cerita pelancong, beberapa tempat seperti itu juga dibuka bagi publik di Venesia. Di sini mereka menyajikan kopi, suatu hidangan yang membuat semua orang curiga!
Pada tahun 1640, "kedai kopi" yang pertama dibuka di Venesia. Yang lain kemudian mengikuti di banyak kota di Italia, diantaranya Turin, Genoa, Milan, Florence, Roma dan Naples. Pada tahun 1763 di Venesia tidak kurang berdiri 218 outlet!

Hanya karena kopi dikonsumsi oleh penganut Muslim yang taat, di Italia pengenalannya bertabrakan dengan beberapa Gereja yang mewakili kepercayaan-kepercayaan setempat. Dengan demikian hal tersebut mengakibatkan orang-orang Kristen fanatik menghimbau Sri Paus Clemente VII untuk melarang meminum "hidangan setan" - sebagaimana mereka menyebutnya.
Paus, sebelum memberi penghakiman, meminta semangkuk hidangan hitam yang beraroma semerbak itu. Dikabarkan bahwa pada saat itu, ia berseru: "Hidangan ini sangat lezat dan akan menjadi sebuah dosa bila hanya menyilahkan orang-orang yang sesat iman meminumnya! Marilah kita mengalahkan iblis dengan memberkati hidangan ini, yang tidak ada suatu apapun dari isinya yang bertentangan dengan Kristen!" Dengan adanya persetujuan Sri Paus dan berkat telah diperoleh untuk kopi, sebagai "hidangan yang juga untuk orang-orang Kristen", kesuksesanya telah digaransi!

Pada akhir abad ke-18 banyak kota di Italia telah mengadopsi kebiasaan yang sama dengan Venesia. Baik dihidangkan di kedai kopi yang elegan atau di tempat-tempat sederhana, hidangan itu di mana-mana sangat dihargai.
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Tidak ada komentar:

Posting Komentar